Tampilkan postingan dengan label Pau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2021

 

Pekan Menyusui Sedunia 2021: Dukungan untuk Ibu Menyusui Dibutuhkan di Tengah Pandemi COVID-19


Foto hallo.doc

Menyambut Pekan Menyusui Sedunia yang dimulai esok hari, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menyerukan Pemerintah dan semua mitra untuk mendukung dan melindungi ibu di Indonesia agar mereka terus memberikan ASI secara optimal di tengah pandemi COVID-19.

Secara khusus, ibu perlu didorong untuk mulai menyusui dalam satu jam pertama paska-persalinan dan memberikan ASI secara ekslusif selama enam bulan pertama kehidupan anak, dan meneruskan menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI yang tepat.

Seiring dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, WHO, UNICEF, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan vaksin untuk ibu menyusui. Ibu yang sudah divaksinasi juga disarankan agar meneruskan menyusui untuk melindungi bayi.

Bagi bayi dan balita, ASI adalah sumber gizi yang terbaik dan sudah terbukti keampuhannya dalam menyelamatkan kehidupan. ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit yang banyak dialami anak-anak, seperti diare dan pneumonia. Selain itu, telah diketahui pula anak yang mendapatkan ASI memperlihatkan hasil tes kecerdasan yang lebih baik, memiliki kemungkinan mengalami obesitas atau berat badan berlebih yang lebih rendah, dan tidak rentan mengalami penyakit-penyakit tidak menular di masa dewasa. Peningkatan pemberian ASI secara global berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 nyawa dan mencegah pertambahan sebanyak 20.00 kasus kanker payudara pada perempuan setiap tahunnya.

“Pemberian ASI memiliki beragam manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi baik bagi anak maupun ibu,” ujar Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini. “Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu dapat memberikan anak-anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka. Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin COVID-19 agar mereka terlindung dari virus korona sehingga mampu mengasuh dan merawat anaknya.”

Pada masa sebelum pandemi pun, hanya 1 dari 2 bayi berusia di bawah enam bulan yang menerima ASI eksklusif di Indonesia, dengan median durasi pemberian ASI eksklusif hanya selama tiga bulan. Pada usia 12 bulan dan 23 bulan, bayi yang masih menerima ASI masing-masing adalah tiga perempat dan sedikit di atas separuh dari seluruh populasi bayi. Kini, pandemi membawa sejumlah tantangan baru bagi para ibu—tidak hanya kekhawatiran perihal keamanan menyusui di masa pandemi, tetapi pembatasan sosial menyebabkan semakin sulitnya mendapatkan dukungan untuk ibu menyusui.

Selain itu, mengingat sistem kesehatan Indonesia saat ini difokuskan untuk penanggulangan krisis COVID-19, layanan konseling dan dukungan dari konselor terlatih bagi ibu menyusui turut terkendala. Menurut survei nasional yang dilakukan oleh Kemenkes RI dengan dukungan UNICEF, konseling menyusui di masa pandemi hanya menjangkau kurang dari 50 persen ibu dan pengasuh anak berusia di bawah dua tahun. Situasi ini diperparah oleh tingginya pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI.

“Semua pihak bertanggung jawab melindungi dan mendukung para ibu untuk memberikan ASI kepada anak-anaknya,” kata Perwakilan WHO Indonesia Dr N. Paranietharan. “Pemberian ASI yang optimal sangat penting karena merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan keberlangsungan hidup anak.”

Mengingat manfaat ASI yang luar biasa, ibu yang terkonfirmasi atau diduga tertular COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dianjurkan melanjutkan pemberian ASI dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pemberian ASI juga sebaiknya dilanjutkan bagi anak yang diduga atau terkonfirmasi tertular COVID-19.

Merayakan Pekan Menyusui Sedunia, WHO dan UNICEF mengajak Pemerintah, mitra, dan anggota masyarakat untuk:
• Memastikan agar ibu menyusui menerima vaksin COVID-19 dan ibu didorong agar tetap menyusui setelah vaksinasi
• Memastikan ketersediaan konseling menyusui untuk semua ibu dan pengasuh dari anak berusia di bawah dua tahun, baik secara tatap muka maupun melalui sarana digital
• Menguatkan implementasi dan pemantauan penerapan Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI untuk melindungi ibu dari pemasaran produk pengganti ASI yang tidak etis.
• Memastikan perlindungan dan dukungan untuk ibu agar melanjutkan pemberian ASI, lepas dari status COVID-19 dari ibu dan anak. _tribunNews_

"Ayo rajin mengASIhi, dengan sabar demi kesehatan dan keberlangsungan hidu anak" πŸ’ͺπŸ’ͺ🀩😍



Jtn. Ciamis Jabar, 040821

Cila Lia_πŸ™πŸ€©




PTM TERBATAS HARI KE-1



Ini hasil roncean Putri temaaan...., Suka sekali Putri bermain ini. Putri dengan kerja keras dan sabar mampu menyusun bulatannya dengan rapi dan cantik. 

Di kegiatan meroncenya, Putri dituntut fokus juga lho..., 

Di sini Putri sambil mengenal bentuk dan warna. Juga jari jemari Putri makin kuat dan lihai berkreasi. 

Putri pun bisa menghitung bulatannya, mau menghitung bareng? Hayuu....

Alhamdulillah




Jtn. Ciamis Jabar 

Cila Lia menulis lagi πŸ€—πŸ’•πŸ€©




BDR nya ALIF


Hari ini Alif belajar mengenal huruf vokal melalui melihat gambar. Lalu Ali f  belajar menebalkan gambar hurufnya. 

Alif  juga mengenal makanan sehat  dan mewarnainya.

Selain dituntut belajar fokus, kerja keras, dan sabar ketika menulis dan mewarnai, Alif juga harus belajar teliti dan hati-hati agar tulisan dan karya melukisnya rapi dan cantik.

Semangat BDR teman...πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’•



Jtn. Ciamis Jabar 040921

Cila Lia MenulisπŸ€—πŸ’•

BDR nya AZKIYYA



BDR nya Aku hari ini. Aku mengenal huruf dan warna melalui kegiatan mewarnai.  Aku belajar memegang pensil yang benar, juga mewarnai yang rapi. Aku pun belajar koordinasi mata dan tangan. 

Di sini aku juga belajar bekerja keras, teliti dan hati-hati.


Aku main memasukkan kepingan geometri warna warni saat ini. Selain mengenal bentuk dan mengenal warna.

Di permainan ini, aku dituntut belajar fokus...kerja keras dan sabar juga. Bahkan di sini aku juga bisa belajar mengelompokkan bentuk dan warnanya. 



Jtn. Ciamis Jabar 02 September 2021
Cila Lia πŸ€—πŸ’•

PTM TERBATAS HARI KE-2 


Aku Putri, suka sekali main mengenal huruf. Aku tempel kepingan-kepingan fuzzle hurufnya dengan apik. Di sini aku juga bisa mengenal warna (hijau, merah, kuning dan biru. Ooh iya bentuk persegipun aku jadi tahu, alhamdulillah.


Putri masih semangat, lanjut mengenal angka dan warna melalui berkarya membuat mozaik. Di sini Putri pun belajar kerja keras, sabar, teliti, apik dan fokus. Dan belajar rapih mengelem setiap kepingan kertasnya. Waah jemari Putri pun terlatih berkarya teman...!πŸ€—



Kami Atra dan Arsyil. Hari ini kami bermain mainan yang sama, bermain pembangunan. Kami berdua main rumah-rumahan dan menata alat-alat rumahnya (kursi, tempat tidur, lemari, juga TV). 

Walau mainannya sama persis tapi kami tak boleh berebut dan kamipun diajarkan berbagi oleh bu guru. 

Di permainan ini, kami juga sambil mengenal warna, bentuk dan ukuran dan fungsi dari setiap miniatur alat rumah. 

Kamipun belajar bekerja keras, apik dan rapi menata setiap mainannya.


Aku Zaidan, ketika belajar aku harus sambil ngemil. Kali ini aku sambil minum jus jambu kesukaanku. Alhamdulillah aku sudah terbiasa makan&minum secara mandiri. Aku juga terbiasa makan&minum sambil duduk manis.

Selain mengenal minuman sehat, saat ini aku sambil mengenal warna dan rasa. 





Jtn. Ciamis Jabar, 31 Agustus 2021
Cila Lia πŸ€—πŸ’•


Literasiku

Antologi Pertama Di Yayasan Pendidikan Islam Rijalul Hikam Oleh: Cilalia   Perdana, antologi karya guru, anak MTs dan MA di Yayasan Pendidik...